Kisah Cinta (part 1)
ngga ada bosen-bosennya ya kalo ngomongin cinta ..
apalagi jaman sekarang ???
fyuuh .. dari yang orok aja udah ngerti apa itu cinta
sebenarnya cinta itu apa yaa ???
ketika aku masih kecil aku tanya pada bunda Ia menjawab "Cinta adalah kasih sayang yang Ibu berikan padamu ini Nak"
ketika aku tanya pada teman Ia menjawab "Cinta adalah rasa yang menjadi dasar agar kita dapat menjadi sahabat dalam suka maupun duka
ketika aku tanya pada seorang lelaki Ia hanya menjawab "Cinta adalah aku dan kamu"
ternyata benar apa kata Bunda dan temanku
aku benar-benar merasakan arti cinta yang mereka katakan
ketika aku sedang sedih Bunda selalu membuatku tersenyum dengan cintanya
ketika aku sedang putus asa teman selalu membuatku kembali bersemangat dengan cintanya
yang masih aku tidak mengerti adalah perkataan lelaki itu
hingga suatu hari aku merasa ada yang lain yang sedang terjadi padaku
tapi aku tak tau apa sesungguhnya
jantungku merasa berdegup setiap bertemu dirinya
merasa salah tingkah setiap mendengar ucapannya
tidak dapat memejamkan mata ketika ingat dirinya
seiring waktu berjalan aku dibuat merasa bahagia, nyaman, damai oleh dirinya
ketika aku menangis ia selalu mengusap air mataku
ketika aku sedih ia selalu membuatku tersenyum
ketika aku jatuh ia selalu membantuku bangun
ketika aku patah semanga ia selalu menyambung semangatku
ketika aku lupa ia selalu mengingatkanku
ketika aku lupa arah ia selalu menunjukkan arah mana yang tepat
ketika aku tersesat ia selalu mambantuku mendapat jalan
ia melakukan itu tanpa pernah mengatakan apa arti cinta
dan baru aku sadari ternyata benar, CINTA itu AKU DAN KAMU
hanya AKU dan KAMU yang bisa merasakan!!!!
is loading ...................................
Senin, 17 Agustus 2009
ASEAN (presentasi kelas 2)
ASEAN
(Association of South East Asian Nations)
A. Pengertian
ASEAN adalah kerjasama dan ikatan sesuai dengan kepentingan timbal-balik antara bangsa seregion, yaitu Asia Tenggara.
B. Latar Belakang ASEAN
Negara-negara yang termasuk dalam wilayah Asia Tenggara adalah Indonesia, Malaysia, Filiphina, Myanmar, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Laos. Letak Asia Tenggara ini sangat strategis, kekayaan alamnya sangat melimpah. Ini membuat bangsa lain menjadi iri dan ingin menguasainya. Buktinya sejak abad ke-15 bangsa Eropa sudah mulai mengacak-acak Asia Tenggara. Negara-negara yang dijajah tersebut akhirnya dapat melepaskan diri dari penjajahan. Mereka merasa senasib dan memiliki banyak persamaan. Persamaan-persamaan tersebut menimbulkan perasaan setia kawan. Akhirnya ada lima negara di wilayah Asia Tenggara sepakat untuk membentuk suatu organisasi. Kelima negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filiphina.
Pada tanggal 5-8 Agustus 1967 kelima negara tersebut mengadakan pertemuan di tepi Pantai Bangsaem, Bangkok, Thailand. Pertemuan tersebut dihadiri oleh lima orang yang merupakan wakil dari lima negara.
Kelima orang tersebut adalah :
1. Adam Malik wakil dari Indonesia
2. Tun Abdul Razak wakil dari Malaysia
3. Thanat Khoman wakil dari Thailand
4. S. Rajaratman wakil dari Singapura
5. Narciso Ramos wakil dari Filiphina
C. Perkembangan Anggota ASEAN
Mula-mula anggota ASEAN hanya lima negara. Pada tanggal 7 Januari 1984 negara Brunai Darussalam menjadi anggota keenam ASEAN. Selanjutnya pada tanggal 28 Juli 1995 negara Vietnam menjadi anggota ketujuh ASEAN. Menyusul kemudian negara Laos dan Myanmar menjadi anggota kedelapan dan kesembilan ASEAN pada tanggal 23 Juli 1997. Kamboja tidak mau ketinggalan, negara ini bergabung menjadi anggota kesepuluh ASEAN pada tanggal 16 Desember 1998. Pada saat ini, kesepuluh negara di Asia Tenggara itulah yang menjadi anggota ASEAN.
D. Arti Lambang ASEAN
Seperti halnya organisasi lainnya, ASEAN juga mempunyai lambang. Adapun lambang ASEAN dilukiskan sebagai berikut :
1. Lingkaran mengandung arti kesatuan ASEAN. Dalam logo ASEAN terdapat dua buah lingkaran. Lingkaran luar berwarna biru melambangkan perdamaian dan stabilitas. Lingkaran dalam berwarna putih melambangkan kesucian dan ketulusan.
2. Batang padi berjumlah sepuluh melambangkan jumlah anggota ASEAN. Warna kuning padi tersebut melambangkan kemakmuran.
3. Tulisan ASEAN dan lingkaran lambang berwarna biru melambangkan persahabatan.
4. Warna dasar merah melambangkan keteguhan dan kedinamisan.
E. Tujuan ASEAN
Dalam Deklarasi ASEAN dicantumkan bahwa maksud dari tujuan perhimpunan adalan sebagai berikut :
1.) Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, serta pengembangan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan untuk memperkukuh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai.
2.) Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menhormati keadilan dan tertib hukum di dalam hubungan antara negara-negara di kawasan ini serta mematuhi prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
3.) Meningkatkan kerjasama yang aktif serta saling membantu antara satu dengan yang lain di dalam memecahkan masalah-masalah kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknik ilmu pengetahuan, dan administrasi.
4.) Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana latihan dan penelitian dalam bidang-bidang pendidikan, profesional, teknik, dan administrasi.
5.) Bekerjasama dengan lebih efektif dalam meningkatkan penggunaan pertanian serta industri, perluasan perdagangan komoditi internasional, perbaikan saran-sarana pengangkutan dan komunikasi serta peningkatan taraf hidup rakyat-rakyat mereka.
6.) Meningkatkan studi-studi tentang Asia Tenggara.
7.) Memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan organisasi internasional dan regional yang ada dan bertujuan serupa, dan untuk menjajaki segala kemungkinan untuk saling bekerjasama secara lebih erat satu dengan yang lain.
F. Struktur ASEAN
1. Sebelum Konferensi Tingkat Tinggi Pertama Di Bali 1976
Untuk memperlancar hubungan, kelima negara tersebut membentuk ASEAN dengan struktur :
a) Sidang Tahunan Para Menteri
Sidang ini merupakan sidang tertinggi yang dihadiri oleh para Menteri Luar Negeri negara-negara ASEAN yang diadakan sidang khusus menteri luar negeri kelima negara anggota.
b) Standing Committee
Komite ini merupakan senuah badan yang bersidang di antara dua sidang menteri-menteri luar negeri ASEAN untuk menangani persoalan-persoalan yang memerlukan keputusan para menteri. Badan ini dipimpin oleh menteri luar negeri dari negara tempat sidang bersangkutan dan akan diadakan pada tahun berikutnya serta beranggotakan para duta besar negara-negara anggota ASEAN di negara tersebut.
c) Komite-komite Tetap dan Komite-komite Khusus
d) Sekretariat Nasional ASEAN pada setiap ibukota negara-negara anggota ASEAN.
2. Sesudah Konferensi Tingkat Tinggi Bali 1976
Dalam KTT kedua di Kuala Lumpur pada bulan Agustus 1977 disepakati dan disahkan struktur organisasi ASEAN sebagai berikut :
a) Pertemuan Para Kepala Pemerintahan (summit meeting) yang merupakan otoritas atau kekuasaan tertinggi di dalam ASEAN
b) Sidang tahunan Para Menteri-Menteri Ekonomi. Sidang ini diselenggarakan setahun dua kali
c) Sidang Para Menteri lainnya (non ekonomi). Sidang ini merumuskan kebijakan-kebijakan yang menyangkut bidangnya masing-masing.
d) Standing Committee. Badan ini bertugas seperti sebelum KTT I di Bali yang membuat keputusan-keputusan dan menjalankan tugas-tugas perhimpunan di antara dua buah Sidang Tahunan Para Menteri Luar Negeri ASEAN.
e) Komite-komite. Dalam komite ini ada dua bidang yaitu bidang ekonomi dan bidang nonekonomi.
3. Sekretariat ASEAN
Pembentukan Sekretariat ASEAN memiliki latar belakang. Kebutuhan akan suatu Sekretariat Tetap yang akan mengkoordinasi segala kegiatan ASEAN mulai dirasakan setelah Perhimpunan ASEAN berusia enam tahun, yakni ketika para menteri luar negeri ASEAN bertemu di Pattaya, Thailand, bulan April 1973. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, dibentuklah suatu panitia khusus yang terdidi dari Sekjen ASEAN (sekarang Dirjen) dari kelima negara ASEAN guna membicarakan dan merumuskannya.
Dalam sidang ke VII para Menlu ASEAN di Kuala Lumpur tahun 1975, rumusan struktur Sekretariat ASEAN yang telah diubah dan disederhanakan disetujui olaeh sidang dengan membubuhkan paraf di atas konsep tersebut.
Rumusan konsep tersebut kemudian dibawa ke Bali untuk secara resmi ditandatangani para Menlu negara-negara ASEAN dengan disaksikan para kepala pemerintahan ASEAN yang sedang mengadakan KTT Pertama di Bali 1976. dokumen persetujuan ini kemudian dikenal dengan sebutan Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariate yang antara lain menyatakan bahwa tempat kedudukan Sekretariat ASEAN berada di Jakarta, Ibukota negara Republik Indonesia.
(Association of South East Asian Nations)
A. Pengertian
ASEAN adalah kerjasama dan ikatan sesuai dengan kepentingan timbal-balik antara bangsa seregion, yaitu Asia Tenggara.
B. Latar Belakang ASEAN
Negara-negara yang termasuk dalam wilayah Asia Tenggara adalah Indonesia, Malaysia, Filiphina, Myanmar, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Laos. Letak Asia Tenggara ini sangat strategis, kekayaan alamnya sangat melimpah. Ini membuat bangsa lain menjadi iri dan ingin menguasainya. Buktinya sejak abad ke-15 bangsa Eropa sudah mulai mengacak-acak Asia Tenggara. Negara-negara yang dijajah tersebut akhirnya dapat melepaskan diri dari penjajahan. Mereka merasa senasib dan memiliki banyak persamaan. Persamaan-persamaan tersebut menimbulkan perasaan setia kawan. Akhirnya ada lima negara di wilayah Asia Tenggara sepakat untuk membentuk suatu organisasi. Kelima negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filiphina.
Pada tanggal 5-8 Agustus 1967 kelima negara tersebut mengadakan pertemuan di tepi Pantai Bangsaem, Bangkok, Thailand. Pertemuan tersebut dihadiri oleh lima orang yang merupakan wakil dari lima negara.
Kelima orang tersebut adalah :
1. Adam Malik wakil dari Indonesia
2. Tun Abdul Razak wakil dari Malaysia
3. Thanat Khoman wakil dari Thailand
4. S. Rajaratman wakil dari Singapura
5. Narciso Ramos wakil dari Filiphina
C. Perkembangan Anggota ASEAN
Mula-mula anggota ASEAN hanya lima negara. Pada tanggal 7 Januari 1984 negara Brunai Darussalam menjadi anggota keenam ASEAN. Selanjutnya pada tanggal 28 Juli 1995 negara Vietnam menjadi anggota ketujuh ASEAN. Menyusul kemudian negara Laos dan Myanmar menjadi anggota kedelapan dan kesembilan ASEAN pada tanggal 23 Juli 1997. Kamboja tidak mau ketinggalan, negara ini bergabung menjadi anggota kesepuluh ASEAN pada tanggal 16 Desember 1998. Pada saat ini, kesepuluh negara di Asia Tenggara itulah yang menjadi anggota ASEAN.
D. Arti Lambang ASEAN
Seperti halnya organisasi lainnya, ASEAN juga mempunyai lambang. Adapun lambang ASEAN dilukiskan sebagai berikut :
1. Lingkaran mengandung arti kesatuan ASEAN. Dalam logo ASEAN terdapat dua buah lingkaran. Lingkaran luar berwarna biru melambangkan perdamaian dan stabilitas. Lingkaran dalam berwarna putih melambangkan kesucian dan ketulusan.
2. Batang padi berjumlah sepuluh melambangkan jumlah anggota ASEAN. Warna kuning padi tersebut melambangkan kemakmuran.
3. Tulisan ASEAN dan lingkaran lambang berwarna biru melambangkan persahabatan.
4. Warna dasar merah melambangkan keteguhan dan kedinamisan.
E. Tujuan ASEAN
Dalam Deklarasi ASEAN dicantumkan bahwa maksud dari tujuan perhimpunan adalan sebagai berikut :
1.) Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, serta pengembangan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan untuk memperkukuh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai.
2.) Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menhormati keadilan dan tertib hukum di dalam hubungan antara negara-negara di kawasan ini serta mematuhi prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
3.) Meningkatkan kerjasama yang aktif serta saling membantu antara satu dengan yang lain di dalam memecahkan masalah-masalah kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknik ilmu pengetahuan, dan administrasi.
4.) Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana latihan dan penelitian dalam bidang-bidang pendidikan, profesional, teknik, dan administrasi.
5.) Bekerjasama dengan lebih efektif dalam meningkatkan penggunaan pertanian serta industri, perluasan perdagangan komoditi internasional, perbaikan saran-sarana pengangkutan dan komunikasi serta peningkatan taraf hidup rakyat-rakyat mereka.
6.) Meningkatkan studi-studi tentang Asia Tenggara.
7.) Memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan organisasi internasional dan regional yang ada dan bertujuan serupa, dan untuk menjajaki segala kemungkinan untuk saling bekerjasama secara lebih erat satu dengan yang lain.
F. Struktur ASEAN
1. Sebelum Konferensi Tingkat Tinggi Pertama Di Bali 1976
Untuk memperlancar hubungan, kelima negara tersebut membentuk ASEAN dengan struktur :
a) Sidang Tahunan Para Menteri
Sidang ini merupakan sidang tertinggi yang dihadiri oleh para Menteri Luar Negeri negara-negara ASEAN yang diadakan sidang khusus menteri luar negeri kelima negara anggota.
b) Standing Committee
Komite ini merupakan senuah badan yang bersidang di antara dua sidang menteri-menteri luar negeri ASEAN untuk menangani persoalan-persoalan yang memerlukan keputusan para menteri. Badan ini dipimpin oleh menteri luar negeri dari negara tempat sidang bersangkutan dan akan diadakan pada tahun berikutnya serta beranggotakan para duta besar negara-negara anggota ASEAN di negara tersebut.
c) Komite-komite Tetap dan Komite-komite Khusus
d) Sekretariat Nasional ASEAN pada setiap ibukota negara-negara anggota ASEAN.
2. Sesudah Konferensi Tingkat Tinggi Bali 1976
Dalam KTT kedua di Kuala Lumpur pada bulan Agustus 1977 disepakati dan disahkan struktur organisasi ASEAN sebagai berikut :
a) Pertemuan Para Kepala Pemerintahan (summit meeting) yang merupakan otoritas atau kekuasaan tertinggi di dalam ASEAN
b) Sidang tahunan Para Menteri-Menteri Ekonomi. Sidang ini diselenggarakan setahun dua kali
c) Sidang Para Menteri lainnya (non ekonomi). Sidang ini merumuskan kebijakan-kebijakan yang menyangkut bidangnya masing-masing.
d) Standing Committee. Badan ini bertugas seperti sebelum KTT I di Bali yang membuat keputusan-keputusan dan menjalankan tugas-tugas perhimpunan di antara dua buah Sidang Tahunan Para Menteri Luar Negeri ASEAN.
e) Komite-komite. Dalam komite ini ada dua bidang yaitu bidang ekonomi dan bidang nonekonomi.
3. Sekretariat ASEAN
Pembentukan Sekretariat ASEAN memiliki latar belakang. Kebutuhan akan suatu Sekretariat Tetap yang akan mengkoordinasi segala kegiatan ASEAN mulai dirasakan setelah Perhimpunan ASEAN berusia enam tahun, yakni ketika para menteri luar negeri ASEAN bertemu di Pattaya, Thailand, bulan April 1973. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, dibentuklah suatu panitia khusus yang terdidi dari Sekjen ASEAN (sekarang Dirjen) dari kelima negara ASEAN guna membicarakan dan merumuskannya.
Dalam sidang ke VII para Menlu ASEAN di Kuala Lumpur tahun 1975, rumusan struktur Sekretariat ASEAN yang telah diubah dan disederhanakan disetujui olaeh sidang dengan membubuhkan paraf di atas konsep tersebut.
Rumusan konsep tersebut kemudian dibawa ke Bali untuk secara resmi ditandatangani para Menlu negara-negara ASEAN dengan disaksikan para kepala pemerintahan ASEAN yang sedang mengadakan KTT Pertama di Bali 1976. dokumen persetujuan ini kemudian dikenal dengan sebutan Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariate yang antara lain menyatakan bahwa tempat kedudukan Sekretariat ASEAN berada di Jakarta, Ibukota negara Republik Indonesia.
ASEAN (presentasi kelas 2)
ASEAN
(Association of South East Asian Nations)
A. Pengertian
ASEAN adalah kerjasama dan ikatan sesuai dengan kepentingan timbal-balik antara bangsa seregion, yaitu Asia Tenggara.
B. Latar Belakang ASEAN
Negara-negara yang termasuk dalam wilayah Asia Tenggara adalah Indonesia, Malaysia, Filiphina, Myanmar, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Laos. Letak Asia Tenggara ini sangat strategis, kekayaan alamnya sangat melimpah. Ini membuat bangsa lain menjadi iri dan ingin menguasainya. Buktinya sejak abad ke-15 bangsa Eropa sudah mulai mengacak-acak Asia Tenggara. Negara-negara yang dijajah tersebut akhirnya dapat melepaskan diri dari penjajahan. Mereka merasa senasib dan memiliki banyak persamaan. Persamaan-persamaan tersebut menimbulkan perasaan setia kawan. Akhirnya ada lima negara di wilayah Asia Tenggara sepakat untuk membentuk suatu organisasi. Kelima negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filiphina.
Pada tanggal 5-8 Agustus 1967 kelima negara tersebut mengadakan pertemuan di tepi Pantai Bangsaem, Bangkok, Thailand. Pertemuan tersebut dihadiri oleh lima orang yang merupakan wakil dari lima negara.
Kelima orang tersebut adalah :
1. Adam Malik wakil dari Indonesia
2. Tun Abdul Razak wakil dari Malaysia
3. Thanat Khoman wakil dari Thailand
4. S. Rajaratman wakil dari Singapura
5. Narciso Ramos wakil dari Filiphina
C. Perkembangan Anggota ASEAN
Mula-mula anggota ASEAN hanya lima negara. Pada tanggal 7 Januari 1984 negara Brunai Darussalam menjadi anggota keenam ASEAN. Selanjutnya pada tanggal 28 Juli 1995 negara Vietnam menjadi anggota ketujuh ASEAN. Menyusul kemudian negara Laos dan Myanmar menjadi anggota kedelapan dan kesembilan ASEAN pada tanggal 23 Juli 1997. Kamboja tidak mau ketinggalan, negara ini bergabung menjadi anggota kesepuluh ASEAN pada tanggal 16 Desember 1998. Pada saat ini, kesepuluh negara di Asia Tenggara itulah yang menjadi anggota ASEAN.
D. Arti Lambang ASEAN
Seperti halnya organisasi lainnya, ASEAN juga mempunyai lambang. Adapun lambang ASEAN dilukiskan sebagai berikut :
1. Lingkaran mengandung arti kesatuan ASEAN. Dalam logo ASEAN terdapat dua buah lingkaran. Lingkaran luar berwarna biru melambangkan perdamaian dan stabilitas. Lingkaran dalam berwarna putih melambangkan kesucian dan ketulusan.
2. Batang padi berjumlah sepuluh melambangkan jumlah anggota ASEAN. Warna kuning padi tersebut melambangkan kemakmuran.
3. Tulisan ASEAN dan lingkaran lambang berwarna biru melambangkan persahabatan.
4. Warna dasar merah melambangkan keteguhan dan kedinamisan.
E. Tujuan ASEAN
Dalam Deklarasi ASEAN dicantumkan bahwa maksud dari tujuan perhimpunan adalan sebagai berikut :
1.) Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, serta pengembangan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan untuk memperkukuh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai.
2.) Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menhormati keadilan dan tertib hukum di dalam hubungan antara negara-negara di kawasan ini serta mematuhi prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
3.) Meningkatkan kerjasama yang aktif serta saling membantu antara satu dengan yang lain di dalam memecahkan masalah-masalah kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknik ilmu pengetahuan, dan administrasi.
4.) Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana latihan dan penelitian dalam bidang-bidang pendidikan, profesional, teknik, dan administrasi.
5.) Bekerjasama dengan lebih efektif dalam meningkatkan penggunaan pertanian serta industri, perluasan perdagangan komoditi internasional, perbaikan saran-sarana pengangkutan dan komunikasi serta peningkatan taraf hidup rakyat-rakyat mereka.
6.) Meningkatkan studi-studi tentang Asia Tenggara.
7.) Memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan organisasi internasional dan regional yang ada dan bertujuan serupa, dan untuk menjajaki segala kemungkinan untuk saling bekerjasama secara lebih erat satu dengan yang lain.
F. Struktur ASEAN
1. Sebelum Konferensi Tingkat Tinggi Pertama Di Bali 1976
Untuk memperlancar hubungan, kelima negara tersebut membentuk ASEAN dengan struktur :
a) Sidang Tahunan Para Menteri
Sidang ini merupakan sidang tertinggi yang dihadiri oleh para Menteri Luar Negeri negara-negara ASEAN yang diadakan sidang khusus menteri luar negeri kelima negara anggota.
b) Standing Committee
Komite ini merupakan senuah badan yang bersidang di antara dua sidang menteri-menteri luar negeri ASEAN untuk menangani persoalan-persoalan yang memerlukan keputusan para menteri. Badan ini dipimpin oleh menteri luar negeri dari negara tempat sidang bersangkutan dan akan diadakan pada tahun berikutnya serta beranggotakan para duta besar negara-negara anggota ASEAN di negara tersebut.
c) Komite-komite Tetap dan Komite-komite Khusus
d) Sekretariat Nasional ASEAN pada setiap ibukota negara-negara anggota ASEAN.
2. Sesudah Konferensi Tingkat Tinggi Bali 1976
Dalam KTT kedua di Kuala Lumpur pada bulan Agustus 1977 disepakati dan disahkan struktur organisasi ASEAN sebagai berikut :
a) Pertemuan Para Kepala Pemerintahan (summit meeting) yang merupakan otoritas atau kekuasaan tertinggi di dalam ASEAN
b) Sidang tahunan Para Menteri-Menteri Ekonomi. Sidang ini diselenggarakan setahun dua kali
c) Sidang Para Menteri lainnya (non ekonomi). Sidang ini merumuskan kebijakan-kebijakan yang menyangkut bidangnya masing-masing.
d) Standing Committee. Badan ini bertugas seperti sebelum KTT I di Bali yang membuat keputusan-keputusan dan menjalankan tugas-tugas perhimpunan di antara dua buah Sidang Tahunan Para Menteri Luar Negeri ASEAN.
e) Komite-komite. Dalam komite ini ada dua bidang yaitu bidang ekonomi dan bidang nonekonomi.
3. Sekretariat ASEAN
Pembentukan Sekretariat ASEAN memiliki latar belakang. Kebutuhan akan suatu Sekretariat Tetap yang akan mengkoordinasi segala kegiatan ASEAN mulai dirasakan setelah Perhimpunan ASEAN berusia enam tahun, yakni ketika para menteri luar negeri ASEAN bertemu di Pattaya, Thailand, bulan April 1973. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, dibentuklah suatu panitia khusus yang terdidi dari Sekjen ASEAN (sekarang Dirjen) dari kelima negara ASEAN guna membicarakan dan merumuskannya.
Dalam sidang ke VII para Menlu ASEAN di Kuala Lumpur tahun 1975, rumusan struktur Sekretariat ASEAN yang telah diubah dan disederhanakan disetujui olaeh sidang dengan membubuhkan paraf di atas konsep tersebut.
Rumusan konsep tersebut kemudian dibawa ke Bali untuk secara resmi ditandatangani para Menlu negara-negara ASEAN dengan disaksikan para kepala pemerintahan ASEAN yang sedang mengadakan KTT Pertama di Bali 1976. dokumen persetujuan ini kemudian dikenal dengan sebutan Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariate yang antara lain menyatakan bahwa tempat kedudukan Sekretariat ASEAN berada di Jakarta, Ibukota negara Republik Indonesia.
(Association of South East Asian Nations)
A. Pengertian
ASEAN adalah kerjasama dan ikatan sesuai dengan kepentingan timbal-balik antara bangsa seregion, yaitu Asia Tenggara.
B. Latar Belakang ASEAN
Negara-negara yang termasuk dalam wilayah Asia Tenggara adalah Indonesia, Malaysia, Filiphina, Myanmar, Singapura, Brunei Darussalam, Thailand, Vietnam, Kamboja, dan Laos. Letak Asia Tenggara ini sangat strategis, kekayaan alamnya sangat melimpah. Ini membuat bangsa lain menjadi iri dan ingin menguasainya. Buktinya sejak abad ke-15 bangsa Eropa sudah mulai mengacak-acak Asia Tenggara. Negara-negara yang dijajah tersebut akhirnya dapat melepaskan diri dari penjajahan. Mereka merasa senasib dan memiliki banyak persamaan. Persamaan-persamaan tersebut menimbulkan perasaan setia kawan. Akhirnya ada lima negara di wilayah Asia Tenggara sepakat untuk membentuk suatu organisasi. Kelima negara tersebut adalah Indonesia, Malaysia, Thailand, Singapura, dan Filiphina.
Pada tanggal 5-8 Agustus 1967 kelima negara tersebut mengadakan pertemuan di tepi Pantai Bangsaem, Bangkok, Thailand. Pertemuan tersebut dihadiri oleh lima orang yang merupakan wakil dari lima negara.
Kelima orang tersebut adalah :
1. Adam Malik wakil dari Indonesia
2. Tun Abdul Razak wakil dari Malaysia
3. Thanat Khoman wakil dari Thailand
4. S. Rajaratman wakil dari Singapura
5. Narciso Ramos wakil dari Filiphina
C. Perkembangan Anggota ASEAN
Mula-mula anggota ASEAN hanya lima negara. Pada tanggal 7 Januari 1984 negara Brunai Darussalam menjadi anggota keenam ASEAN. Selanjutnya pada tanggal 28 Juli 1995 negara Vietnam menjadi anggota ketujuh ASEAN. Menyusul kemudian negara Laos dan Myanmar menjadi anggota kedelapan dan kesembilan ASEAN pada tanggal 23 Juli 1997. Kamboja tidak mau ketinggalan, negara ini bergabung menjadi anggota kesepuluh ASEAN pada tanggal 16 Desember 1998. Pada saat ini, kesepuluh negara di Asia Tenggara itulah yang menjadi anggota ASEAN.
D. Arti Lambang ASEAN
Seperti halnya organisasi lainnya, ASEAN juga mempunyai lambang. Adapun lambang ASEAN dilukiskan sebagai berikut :
1. Lingkaran mengandung arti kesatuan ASEAN. Dalam logo ASEAN terdapat dua buah lingkaran. Lingkaran luar berwarna biru melambangkan perdamaian dan stabilitas. Lingkaran dalam berwarna putih melambangkan kesucian dan ketulusan.
2. Batang padi berjumlah sepuluh melambangkan jumlah anggota ASEAN. Warna kuning padi tersebut melambangkan kemakmuran.
3. Tulisan ASEAN dan lingkaran lambang berwarna biru melambangkan persahabatan.
4. Warna dasar merah melambangkan keteguhan dan kedinamisan.
E. Tujuan ASEAN
Dalam Deklarasi ASEAN dicantumkan bahwa maksud dari tujuan perhimpunan adalan sebagai berikut :
1.) Mempercepat pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial, serta pengembangan kebudayaan di kawasan ini melalui usaha bersama dalam semangat kesamaan dan persahabatan untuk memperkukuh landasan sebuah masyarakat bangsa-bangsa Asia Tenggara yang sejahtera dan damai.
2.) Meningkatkan perdamaian dan stabilitas regional dengan jalan menhormati keadilan dan tertib hukum di dalam hubungan antara negara-negara di kawasan ini serta mematuhi prinsip Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa.
3.) Meningkatkan kerjasama yang aktif serta saling membantu antara satu dengan yang lain di dalam memecahkan masalah-masalah kepentingan bersama dalam bidang ekonomi, sosial, budaya, teknik ilmu pengetahuan, dan administrasi.
4.) Saling memberikan bantuan dalam bentuk sarana-sarana latihan dan penelitian dalam bidang-bidang pendidikan, profesional, teknik, dan administrasi.
5.) Bekerjasama dengan lebih efektif dalam meningkatkan penggunaan pertanian serta industri, perluasan perdagangan komoditi internasional, perbaikan saran-sarana pengangkutan dan komunikasi serta peningkatan taraf hidup rakyat-rakyat mereka.
6.) Meningkatkan studi-studi tentang Asia Tenggara.
7.) Memelihara kerjasama yang erat dan berguna dengan organisasi internasional dan regional yang ada dan bertujuan serupa, dan untuk menjajaki segala kemungkinan untuk saling bekerjasama secara lebih erat satu dengan yang lain.
F. Struktur ASEAN
1. Sebelum Konferensi Tingkat Tinggi Pertama Di Bali 1976
Untuk memperlancar hubungan, kelima negara tersebut membentuk ASEAN dengan struktur :
a) Sidang Tahunan Para Menteri
Sidang ini merupakan sidang tertinggi yang dihadiri oleh para Menteri Luar Negeri negara-negara ASEAN yang diadakan sidang khusus menteri luar negeri kelima negara anggota.
b) Standing Committee
Komite ini merupakan senuah badan yang bersidang di antara dua sidang menteri-menteri luar negeri ASEAN untuk menangani persoalan-persoalan yang memerlukan keputusan para menteri. Badan ini dipimpin oleh menteri luar negeri dari negara tempat sidang bersangkutan dan akan diadakan pada tahun berikutnya serta beranggotakan para duta besar negara-negara anggota ASEAN di negara tersebut.
c) Komite-komite Tetap dan Komite-komite Khusus
d) Sekretariat Nasional ASEAN pada setiap ibukota negara-negara anggota ASEAN.
2. Sesudah Konferensi Tingkat Tinggi Bali 1976
Dalam KTT kedua di Kuala Lumpur pada bulan Agustus 1977 disepakati dan disahkan struktur organisasi ASEAN sebagai berikut :
a) Pertemuan Para Kepala Pemerintahan (summit meeting) yang merupakan otoritas atau kekuasaan tertinggi di dalam ASEAN
b) Sidang tahunan Para Menteri-Menteri Ekonomi. Sidang ini diselenggarakan setahun dua kali
c) Sidang Para Menteri lainnya (non ekonomi). Sidang ini merumuskan kebijakan-kebijakan yang menyangkut bidangnya masing-masing.
d) Standing Committee. Badan ini bertugas seperti sebelum KTT I di Bali yang membuat keputusan-keputusan dan menjalankan tugas-tugas perhimpunan di antara dua buah Sidang Tahunan Para Menteri Luar Negeri ASEAN.
e) Komite-komite. Dalam komite ini ada dua bidang yaitu bidang ekonomi dan bidang nonekonomi.
3. Sekretariat ASEAN
Pembentukan Sekretariat ASEAN memiliki latar belakang. Kebutuhan akan suatu Sekretariat Tetap yang akan mengkoordinasi segala kegiatan ASEAN mulai dirasakan setelah Perhimpunan ASEAN berusia enam tahun, yakni ketika para menteri luar negeri ASEAN bertemu di Pattaya, Thailand, bulan April 1973. Untuk mewujudkan gagasan tersebut, dibentuklah suatu panitia khusus yang terdidi dari Sekjen ASEAN (sekarang Dirjen) dari kelima negara ASEAN guna membicarakan dan merumuskannya.
Dalam sidang ke VII para Menlu ASEAN di Kuala Lumpur tahun 1975, rumusan struktur Sekretariat ASEAN yang telah diubah dan disederhanakan disetujui olaeh sidang dengan membubuhkan paraf di atas konsep tersebut.
Rumusan konsep tersebut kemudian dibawa ke Bali untuk secara resmi ditandatangani para Menlu negara-negara ASEAN dengan disaksikan para kepala pemerintahan ASEAN yang sedang mengadakan KTT Pertama di Bali 1976. dokumen persetujuan ini kemudian dikenal dengan sebutan Agreement on the Establishment of the ASEAN Secretariate yang antara lain menyatakan bahwa tempat kedudukan Sekretariat ASEAN berada di Jakarta, Ibukota negara Republik Indonesia.
STORY TELLING
Short Story: The Angel without wings
By : Kamini Mirchandani
The sky was crimson red, with milky white clouds sprawling in every direction. The fiery sun was about to set. I checked my watch which said 5.35. I was getting late for our New Year's Eve dinner. I pictured my wife sitting alone and staring at the scrumptious candlelit dishes she had planned weeks before. All hell would break lose, I thought.
The traffic was as bad as it could get. Cars were bumper to bumper. Motorcycles, the road's deadliest killer bees, swarmed all around my car, hitting both my side view mirrors. I jumped at the manner the riders glared at me, looking as if they were ready to skin me alive. A day before New Year's, and people still cursed.
The light turned green, making me heave a sigh of relief, until a man in old withered clothes slowly crossed the street. "Get out of the way!" screamed one of the drivers. Cars, both big and small, roared and beeped at this foolish old man who tried to get onto the pavement. What was he thinking? I watched, baffled at what was about to come.
The old man was a few steps to the pedestrian road, when a huge truck screeched to a stop. Just my luck, I was behind the monstrous pick-up. I was not surprised to see a hefty man in overalls stomp out of his vehicle that shook vehemently as if it was reading its owner's mind. The bang of his door jolted me out of my seat.
Rolling down my window, I heard clamorous screams and boisterous complaints filtering through the sound of rustling leaves and swooshing wind. There was a clap of thunder, and the next thing I knew, my right shoulder was soaking wet.
The man whom I presumed was a butcher pointed and barked to the old man like a master to a slave. The old man did not shudder. Instead, he smiled. He must be crazy, I thought. Noticing no nuisance on the old man's countenance, the butcher-looking man pushed him over to the side of the road, leaving him wounded. There came another clap of thunder. The truck zoomed off. Never taking my eyes off the old man, I parked my car close by.
My mother always told me I was the good Samaritan of the family, and that when I saw anyone in trouble, I could not help but come to the rescue. What I was about to do proved that my mother's words were true.
"I believe you need help. I'm Supri." Smiling, I extended my hand out to his.
"Thank you, young man," uttered the old man who was still stuck to the ground. The rain poured harder and I could barely see what surrounded me. My instincts told me to carry the old man to the car, quickly.
"What time is it?" queried the old man, toweling his thin hair dry with a tissue.
"Oh sh--! My wife's going to kill me!" I turned to him and cried, "it's 6:45!"
"Why are you so afraid. Don't worry." His words did not matter. Loraine hated it when I was late. It had happened many times before. She had left me once because of the notion that I never spent time with her. I promised to change and be more available. I was about to break that promise, on New Year's Eve.
"Where shall I drop you, sir? Can I call you, sir?" I glanced for his reaction while turning right on the road.
"You can call me Agus," he replied, grinning wide while giving me a location. "How long have you been married?"
"Loraine and I have been married for two years now. We were childhood sweethearts. I can't imagine life without her," I proudly declared, hoping to clear my conscience for not leaving the office earlier that day. "What about you?" I asked, trying to change the awkward situation.
There was a chuckle in his voice, yet it was warm and comforting. "I once was mesmerized by an angel -- a beautiful angel who taught me how to laugh and cry, how to live and how to love."
"Sounds like a match made in heaven. How did you meet?" I began to wonder, realizing this man did not seem to have a home with the way he was clothed.
"We met during World War II. I was a soldier. I would not fire a gun, so they positioned me at the General's office. My job was to hand-deliver letters to exquisite mansions and estates. She was a daughter of a powerful man. And so I met her."
"And?" I asked, feeling rather optimistic on getting home on time as I craned to peek at the clear sky.
"And that was when I realized that there are angels among us, among people like you and me. It was not her face that I adored. It was her reaction to everything. When someone was angry, she would give her brightest smile. When someone was hungry, she would give her last loaf of bread. It's too bad we never reached the altar."
"Why not?" I asked, sounding unnecessarily astonished.
"You see, her father never approved of us, of me, being a poor man."
I must admit that at that moment, I felt rather fortunate for being the rich one. I cannot imagine having to go through life knowing my life partner was richer than I was. I visualized myself second in a race, inevitably succumbing to Loraine's family's every order. My brow furrowed at the thought of what had happened to this feeble old man, yet that did not stop me from going further.
"Did her father cast her out of the family? Was she publicly ostracized?"
"She won her father over by marrying another man. That ended everything."
His words trailed off in deepened despair.
So much for the angel! I thought.
Agus, upon noticing contempt on my face, revealed yet another shocking episode.
"I left her for her own good. I did not want to complicate her life even more, and so I just left without saying goodbye. But it served all of us good. Her father became a man of understanding, and forgiveness. He no longer looked down on poor people. He no longer believed that the rich deserve the rich, and the poor deserve the poor. You see, I left with my dignity, proving I was never after his money."
The man sitting next to me was in fact the wealthiest man I had ever known. I ruminated in silence all the way of how people drove their life and ended up where they were. There Agus sat, pondering upon the whereabouts of his love, in his torn clothes and second-hand shoes.
I wondered if she was the reason of his fate -- an impoverished citizen who lives on a day-to-day basis, not knowing for sure what happens next.
"Tell me where to turn," I broke the silence, bringing him back to reality.
"Just here please." He gave me a warm smile and left the car saying thank you. I watched him disappear down the narrow lane between two dilapidated buildings.
I started my car when I had a strange feeling that this man needed food. His image came to mind -- a wrinkled face sucked in, revealing thin flesh and protruding bones.
I shivered, yet felt horribly guilty. I checked my watch. I was late anyway.
Reversing my car, I swerved into the lane where Agus was. I found him sitting under a plastic bag, next to a flaming can. I contained my feeling of shock and surprise. "Agus! Why don't you come have dinner with us?"
Wide-eyed, Agus beamed with eyes twinkling like a pair of diamonds. "You are a good man, Supri."
We laughed in the car, talking about what had happened that afternoon. Agus gave a pretty good imitation of the butcher-like fellow. The next thing I knew, I was parking my car in my garage. My heartbeat at that very moment was louder than the engine.
With folded arms and a tapping foot, my wife gawked at me like a hawk, never blinking. I gulped at the sight and mustered courage. I had forgotten about the guest with me.
"Loraine! Honey!" I giggled, pecking her flushed cheek. Loraine did not look at me, instead, she was gaping at the man standing behind me, waiting for an introduction. I forgot about the homeless man.
"Supri, can I talk to you for a second?" Loraine pulled me into the kitchen. "What is that or -- or who is that? Are you crazy taking home a man from the streets? He could be a serial killer!"
"Relax," I cried, "He's a friend of mine. He's a good person with lots of funny stories. You should listen to him." There was a momentary pause.
"Do you hear that?" my wife cried. "What is that ...."
My wife and I followed the sound of the whistle to the living room where we found Supri staring at the top of our Christmas tree. He sang a song without words, music never heard of before, yet somewhat heavenly. Looking right at the top, I found a decorative angel, and what was captivating about it was that its eyes were glittering, like a pair of diamonds.
"Thank you for this gift." Loraine held my hand in silence, and shed a tear of joy.
I felt for the first time, unconditional love deep within my heart.
By : Kamini Mirchandani
The sky was crimson red, with milky white clouds sprawling in every direction. The fiery sun was about to set. I checked my watch which said 5.35. I was getting late for our New Year's Eve dinner. I pictured my wife sitting alone and staring at the scrumptious candlelit dishes she had planned weeks before. All hell would break lose, I thought.
The traffic was as bad as it could get. Cars were bumper to bumper. Motorcycles, the road's deadliest killer bees, swarmed all around my car, hitting both my side view mirrors. I jumped at the manner the riders glared at me, looking as if they were ready to skin me alive. A day before New Year's, and people still cursed.
The light turned green, making me heave a sigh of relief, until a man in old withered clothes slowly crossed the street. "Get out of the way!" screamed one of the drivers. Cars, both big and small, roared and beeped at this foolish old man who tried to get onto the pavement. What was he thinking? I watched, baffled at what was about to come.
The old man was a few steps to the pedestrian road, when a huge truck screeched to a stop. Just my luck, I was behind the monstrous pick-up. I was not surprised to see a hefty man in overalls stomp out of his vehicle that shook vehemently as if it was reading its owner's mind. The bang of his door jolted me out of my seat.
Rolling down my window, I heard clamorous screams and boisterous complaints filtering through the sound of rustling leaves and swooshing wind. There was a clap of thunder, and the next thing I knew, my right shoulder was soaking wet.
The man whom I presumed was a butcher pointed and barked to the old man like a master to a slave. The old man did not shudder. Instead, he smiled. He must be crazy, I thought. Noticing no nuisance on the old man's countenance, the butcher-looking man pushed him over to the side of the road, leaving him wounded. There came another clap of thunder. The truck zoomed off. Never taking my eyes off the old man, I parked my car close by.
My mother always told me I was the good Samaritan of the family, and that when I saw anyone in trouble, I could not help but come to the rescue. What I was about to do proved that my mother's words were true.
"I believe you need help. I'm Supri." Smiling, I extended my hand out to his.
"Thank you, young man," uttered the old man who was still stuck to the ground. The rain poured harder and I could barely see what surrounded me. My instincts told me to carry the old man to the car, quickly.
"What time is it?" queried the old man, toweling his thin hair dry with a tissue.
"Oh sh--! My wife's going to kill me!" I turned to him and cried, "it's 6:45!"
"Why are you so afraid. Don't worry." His words did not matter. Loraine hated it when I was late. It had happened many times before. She had left me once because of the notion that I never spent time with her. I promised to change and be more available. I was about to break that promise, on New Year's Eve.
"Where shall I drop you, sir? Can I call you, sir?" I glanced for his reaction while turning right on the road.
"You can call me Agus," he replied, grinning wide while giving me a location. "How long have you been married?"
"Loraine and I have been married for two years now. We were childhood sweethearts. I can't imagine life without her," I proudly declared, hoping to clear my conscience for not leaving the office earlier that day. "What about you?" I asked, trying to change the awkward situation.
There was a chuckle in his voice, yet it was warm and comforting. "I once was mesmerized by an angel -- a beautiful angel who taught me how to laugh and cry, how to live and how to love."
"Sounds like a match made in heaven. How did you meet?" I began to wonder, realizing this man did not seem to have a home with the way he was clothed.
"We met during World War II. I was a soldier. I would not fire a gun, so they positioned me at the General's office. My job was to hand-deliver letters to exquisite mansions and estates. She was a daughter of a powerful man. And so I met her."
"And?" I asked, feeling rather optimistic on getting home on time as I craned to peek at the clear sky.
"And that was when I realized that there are angels among us, among people like you and me. It was not her face that I adored. It was her reaction to everything. When someone was angry, she would give her brightest smile. When someone was hungry, she would give her last loaf of bread. It's too bad we never reached the altar."
"Why not?" I asked, sounding unnecessarily astonished.
"You see, her father never approved of us, of me, being a poor man."
I must admit that at that moment, I felt rather fortunate for being the rich one. I cannot imagine having to go through life knowing my life partner was richer than I was. I visualized myself second in a race, inevitably succumbing to Loraine's family's every order. My brow furrowed at the thought of what had happened to this feeble old man, yet that did not stop me from going further.
"Did her father cast her out of the family? Was she publicly ostracized?"
"She won her father over by marrying another man. That ended everything."
His words trailed off in deepened despair.
So much for the angel! I thought.
Agus, upon noticing contempt on my face, revealed yet another shocking episode.
"I left her for her own good. I did not want to complicate her life even more, and so I just left without saying goodbye. But it served all of us good. Her father became a man of understanding, and forgiveness. He no longer looked down on poor people. He no longer believed that the rich deserve the rich, and the poor deserve the poor. You see, I left with my dignity, proving I was never after his money."
The man sitting next to me was in fact the wealthiest man I had ever known. I ruminated in silence all the way of how people drove their life and ended up where they were. There Agus sat, pondering upon the whereabouts of his love, in his torn clothes and second-hand shoes.
I wondered if she was the reason of his fate -- an impoverished citizen who lives on a day-to-day basis, not knowing for sure what happens next.
"Tell me where to turn," I broke the silence, bringing him back to reality.
"Just here please." He gave me a warm smile and left the car saying thank you. I watched him disappear down the narrow lane between two dilapidated buildings.
I started my car when I had a strange feeling that this man needed food. His image came to mind -- a wrinkled face sucked in, revealing thin flesh and protruding bones.
I shivered, yet felt horribly guilty. I checked my watch. I was late anyway.
Reversing my car, I swerved into the lane where Agus was. I found him sitting under a plastic bag, next to a flaming can. I contained my feeling of shock and surprise. "Agus! Why don't you come have dinner with us?"
Wide-eyed, Agus beamed with eyes twinkling like a pair of diamonds. "You are a good man, Supri."
We laughed in the car, talking about what had happened that afternoon. Agus gave a pretty good imitation of the butcher-like fellow. The next thing I knew, I was parking my car in my garage. My heartbeat at that very moment was louder than the engine.
With folded arms and a tapping foot, my wife gawked at me like a hawk, never blinking. I gulped at the sight and mustered courage. I had forgotten about the guest with me.
"Loraine! Honey!" I giggled, pecking her flushed cheek. Loraine did not look at me, instead, she was gaping at the man standing behind me, waiting for an introduction. I forgot about the homeless man.
"Supri, can I talk to you for a second?" Loraine pulled me into the kitchen. "What is that or -- or who is that? Are you crazy taking home a man from the streets? He could be a serial killer!"
"Relax," I cried, "He's a friend of mine. He's a good person with lots of funny stories. You should listen to him." There was a momentary pause.
"Do you hear that?" my wife cried. "What is that ...."
My wife and I followed the sound of the whistle to the living room where we found Supri staring at the top of our Christmas tree. He sang a song without words, music never heard of before, yet somewhat heavenly. Looking right at the top, I found a decorative angel, and what was captivating about it was that its eyes were glittering, like a pair of diamonds.
"Thank you for this gift." Loraine held my hand in silence, and shed a tear of joy.
I felt for the first time, unconditional love deep within my heart.
YEL-YEL PPS AKBID 2009/2010
Yel Yel Prodi D III Kebidanan Magelang
hai girls (yoo huu)
PPS yuk (siiplah)
ha ha ha ha ha
hi hi hi hi hi hi ada kami di sini
ha ha ha ha ha
hi hi hi hi hi hi jadi bidan sejati
mari kawan-kawan semua
kerahkan semangat kita disini kita bersama
maju tuk gapai cita
Delima didadaku
itulah lambang hidipku
kujaga sampai akhir hidup ini
PPS di kebidanan 2 x
enak to
asyik To
where are you going bidan paling penting 2x
kebidanan merupakan tempat kuliah yang asyik
oh senangnya ,aku senang sekali
kalau begini aku jadi sibuk
berusaha meraih cita-cita
kerjasama antar teman
dengan perasaan cinta
sunnguh bahagia aku di kebidanan
hoo hoo hoo
mantapkan hati tuk masuki kebidanan
jangan menyerah walau rintangan menghadang
sepanjang malam terus senang
sepanjang malam sampai
pagi menjelang
Nikmatnya ikut PPs
kebidanan magelang
membuat hatiku merasa senang
kutak boleh mengeluh
kutak boleh menangis
karena kucalon bidan sejatioh asyiknya ikut PPs
oh senangnya hati gembira
aku bukanlah superman
aku calon bidan tulen
siap menolong sesama
dimanapun dia berada
temanku tersayang dengarkanlah aku
jadi bidan ngak boleh nangis
harus slalu kuat
harus bisa tahan banting
hukuman datang tugas menghadang
tidak jadi penghalangaku bukanlah superman
aku calon bidan tulen
hari-hari kulewati untuk
ikut PPS di kebidanan
ingin kucurahkan semua
asal kugapai cita yang telah lama kupendam
senyum salam sapa sopan santun selalu ada
oh oh kebidanan
itulah syarat sUkses kami ada di sini
oh oh kebidanan
jadi bidan mantep too, haaaa haaaa haaaa
hai girls (yoo huu)
PPS yuk (siiplah)
ha ha ha ha ha
hi hi hi hi hi hi ada kami di sini
ha ha ha ha ha
hi hi hi hi hi hi jadi bidan sejati
mari kawan-kawan semua
kerahkan semangat kita disini kita bersama
maju tuk gapai cita
Delima didadaku
itulah lambang hidipku
kujaga sampai akhir hidup ini
PPS di kebidanan 2 x
enak to
asyik To
where are you going bidan paling penting 2x
kebidanan merupakan tempat kuliah yang asyik
oh senangnya ,aku senang sekali
kalau begini aku jadi sibuk
berusaha meraih cita-cita
kerjasama antar teman
dengan perasaan cinta
sunnguh bahagia aku di kebidanan
hoo hoo hoo
mantapkan hati tuk masuki kebidanan
jangan menyerah walau rintangan menghadang
sepanjang malam terus senang
sepanjang malam sampai
pagi menjelang
Nikmatnya ikut PPs
kebidanan magelang
membuat hatiku merasa senang
kutak boleh mengeluh
kutak boleh menangis
karena kucalon bidan sejatioh asyiknya ikut PPs
oh senangnya hati gembira
aku bukanlah superman
aku calon bidan tulen
siap menolong sesama
dimanapun dia berada
temanku tersayang dengarkanlah aku
jadi bidan ngak boleh nangis
harus slalu kuat
harus bisa tahan banting
hukuman datang tugas menghadang
tidak jadi penghalangaku bukanlah superman
aku calon bidan tulen
hari-hari kulewati untuk
ikut PPS di kebidanan
ingin kucurahkan semua
asal kugapai cita yang telah lama kupendam
senyum salam sapa sopan santun selalu ada
oh oh kebidanan
itulah syarat sUkses kami ada di sini
oh oh kebidanan
jadi bidan mantep too, haaaa haaaa haaaa
Minggu, 16 Agustus 2009
Daftar PPS AKBID 2009/2010
Daftar yang buat PPS
BAKSOS
1. Telur puyuh @5 butir
2. Telur bebek, broiler, kampung @1 butir
3. Mutiara merah putih @2009
4. Buku bacaan
- Keagamaan
- Kesehatan
5. Gula Putih 1/2 kg
6. mINYAK gORENG 600 ML
7. Susu DANCOW 1+ 220 Gram
8. Catut Celup 1 dus @25biji
9. Tepung Terigu Cakra
10. Beras menthik wangi 2 1/2 kg
11. Susu Kental manis Vanilla
- Pensil=penghapus Faber Castel @1buah
- Buku Tulis 38 @2BUAH (sampul payung coklat)
-Bolpen biru
-Tanaman Euphorbia berbunga 15cm
-Tanaman mawar 1/2m
-Tanaman buah 1m (my group is mango tree)
BAKSOS
1. Telur puyuh @5 butir
2. Telur bebek, broiler, kampung @1 butir
3. Mutiara merah putih @2009
4. Buku bacaan
- Keagamaan
- Kesehatan
5. Gula Putih 1/2 kg
6. mINYAK gORENG 600 ML
7. Susu DANCOW 1+ 220 Gram
8. Catut Celup 1 dus @25biji
9. Tepung Terigu Cakra
10. Beras menthik wangi 2 1/2 kg
11. Susu Kental manis Vanilla
- Pensil=penghapus Faber Castel @1buah
- Buku Tulis 38 @2BUAH (sampul payung coklat)
-Bolpen biru
-Tanaman Euphorbia berbunga 15cm
-Tanaman mawar 1/2m
-Tanaman buah 1m (my group is mango tree)
Langganan:
Komentar (Atom)